Minggu, 20 Mei 2018

BELAJAR KEARIFAN DARI RASULULLAH SAW

BELAJAR KEARIFAN DARI RASULULLAH SAW

Suatu ketika Nabi SAW pernah bertanya kepada sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khatab prihal mengerjakan shalat witir (shalat sunat yang bilangan rakaatnya ganjil yang waktunya sejak selesai shalat isya sampai masuk waktu subuh). Kata beliau kepada Abu Bakar, kapan engkau biasanya mengerjakan shalat witir. Abu Bakar menjawab ,"pada awal malam, selesai shalat isya. Bagaimana dengan mu wahai Umar, tanya beliau kepada sahabatnya yang lain, Umar bin Khatab. Umar menjawab, "saya shalat witir pada penghujung malam". Atas jawaban kedua sahabatnya ini, Nabi kemudian berkomentar, "Engkau Abu Bakar adalah orang yang sangat hati-hati. Sedangkan engkau Umar adalah orang yang kuat atau teguh hati".


Adapun Nabi SAW sendiri shalat sunat witir di penghujung atau pada akhir malam. Karena, pada saat itulah waktu shalat sunat witir yang terbaik menurut beliau. 

Kisah di atas memperlihatkan kepada kita betapa Rasulullah sangat bijaksana menghadapi perbedaan yang terjadi pada dua sahabatnya. Meski hanya Umar yang sama dengannya, keduanya tetap diberi apresiasi yang sama tingginya oleh beliau.

Pascasarjana IAIN BKT
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
Kamis, 22-02-2018

"ILMU PADI"

"ILMU PADI"
Padi yang merupakan makan pokok masyarakat kita, sering dijadikan sebagai simbol atau lambang kebaikan. Bersama kapas, padi dijadikan sebagai lambang keadilan sosial. Dalam pepatah Minang dikatakan," dek padi, semua jadi, dek ameh, semua kameh". Berbanding terbalik dengan ilalang. Ilalang justeru sering digunakan untuk perumpamaan yang negatif. Sebagai contoh ada ungkapan yang mengatakan, "padi ditanam ilalang yang tumbuh", kebaikan yang dilakukan, tetapi keburukan yang tercipta.


Padi yang merupakan simbol berbagai kebaikan tersebut, juga kerap dijadikan simbol kerendahan hati. Simbol itu diambil dari sifat padi yang kian berisi, makin menunduk. Dari sini kemudian muncul istilah "Ilmu Padi". Istilah ilmu padi ini digunakan untuk sifat kerendahan hati dan ketundukkan jiwa. Sebagaimana padi, makin berisi makin menunduk. Orang yang berilmu pengetahuan hendaknya juga demikian, semakin berilmu semakin tunduk dan patuh kepada Allah.

Ajaran sebagaimana ilmu padi ini sebenarnya sudah sejak awal diajarkan oleh Islam. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mencari ilmu-setingginya. Tetapi, Allah juga mengingatkan bahwa betapa pun tingginya ilmu manusia, belum ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu Nya. Kata Allah dalam firmanNya, wa ma uti tum minal ilmi Illa qalila, tidaklah kamu diberi ilmu, melainkan hanya sedikit.

Jadi, sebagaimana padi, makin berisi dan makin berat bebannya makin menunduk dia. Manusia selayaknya juga demikian. Makin banyak ilmunya, makin berat pula kepalanya. Hingga, ia kemudian tertunduk dan sujud di hadapan-Nya.
Wallahua'lam.
Pascasarjana, IAIN BKT
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII III
Kamis, 15.02.2018

HIDUP BERBAGI

HIDUP BERBAGI

Salah satu ajaran pokok atau dasar dalam Islam adalah memberikan sebagian rizki yang diberikan Allah kepada orang lain. Jauh sebelum ada perintah puasa, haji, bahkan zakat, perintah untuk berbagi itu sudah ada. Begitu pentingnya hidup berbagi tersebut, Allah SWT menyandingkannya dengan iman dan shalat. Seperti dalam firmanNya, Q.S. al-Baqarah:3. dalam menjelaskan tanda-tanda orang yang bertaqwa. ," yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka.


Berbagi adalah ajaran Islam yang mula-mula disyariatkan. Ajaran tentang berbagi ini merupakan pelestarian dari karakter masyarakat Arab Jahiliah yang positif yakni kedermawanan. Hanya saja, bila sebelum Islam kedermawanan tersebut didasarkan atas kemegahan dan kesombongan, pada masa Islam didasarkan atas iman dan kasih sayang.

Begitu pentingnya hidup berbagi, hidup berbagi tak pandang miskin dan kaya atau kehidupan lapang dan sempit. Setiap orang mesti mau berbagi. Orang kaya sesuai dengan kayanya dan orang miskin sesuai pula dengan miskinnya. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Ali Imran: 134 Allah menjelaskan bahwa orang yang bertaqwa itu adalah, " orang-orang yang berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

Ajaran Islam tentang hidup berbagi yang kehilatannya sangat sederhana ini, ternyata memberi pengaruh yang sangat besar terhadap tatanan kehidupan bangsa Arab pada masa dahulu. Kehidupan masyarakat Arab yang cenderung keras, berubah menjadi lembut dan penuh kasih sayang.
Pascasarjana IAIN BKT
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
09.02.2018

ORANG INDONESIA ITU PALING BAHAGIA DI DUNIA

ORANG INDONESIA ITU PALING BAHAGIA DI DUNIA

Orang Indonesia itu adalah orang yang paling bahagia di dunia. Demikian penilaian banyak orang, baik yang pernah ke Indonesia, begitu juga yang belum. Kemaren pelatih sepak bola Islandia selesai pertandingan persahabatan antara Indonesia dengan Islandia mengatakannya demikian. Alasannya, karena orang indonesia mudah senyum. Tahun 2010 yang lalu, saya dengan teman2 ketua STAIN se Indonesia, pernah berkunjung ke Perth Australia, dalam satu sesi jalan2, seorang bapak2 bule, menyapa kami dengan begitu semringah dan berkata, are you from indonesia? Salah seorang teman saya menjawab, "yes, how do you know me, by our face? O no, Indonesia peopel litle and happy, katanya.


Bagi saya ini adalah sesuatu yang sangat paradog. Betapa bangsa kita yang masih belum bisa keluar dari himpitan kemiskinan, tapi tetap dipandang sebagai bangsa yang paling bahagia. Paling tidak, demikian penilaian banyak orang. Tampaknya kebahagiaan tersebut tak begitu signifikan hubungannya dengan kaya atau miskinnya seseorang. Kebahagiaan lebih berhubungan dengan jiwa atau hati. Benar firman Allah, bahwa keimananlah yang membuat orang bisa bahagia. Dalam al-Quran Surah ar-Ra'du:8. Allah berfirman, Orang-Orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.

Jadi, tampaknya iman atau agamalah sebenarnya yang membuat orang bahagia. Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim diakui oleh dunia sebagai masyarakat yang baik dalam agamanya, bahkan tergolong masyarakat yang sangat taat dalam menjalankan agamanya. Orang Islandia sendiri, lebih dari 50% tak percaya tuhan. Sedangkan Australia dikenal sebagai negara sekuler. Lebih kurang 30 % penduduknya tidak beragama. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan Islandia dan Australia, Dalam soal agama atau keyakinan Indonesia jauh lebih baik dari keduanya.

Pascasarjana IAIN BKT
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
17 Januari 2018

SPEKULASI DI BALIK LARANGAN ATAS PANGLIMA TNI GATOT NURMANTYO KE AMERIKA SYERIKAT (AS)

SPEKULASI DI BALIK LARANGAN ATAS PANGLIMA TNI 
GATOT NURMANTYO KE AMERIKA SYERIKAT (AS)

Seperti yang marak diberitakan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat pada Sabtu (21/10). Gatot bersama istrinya dijadwalkan pergi ke AS demi memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr. untuk menghadiri acara konferensi bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang. Anehnya sampai saat ini, 25 Oktober 2017, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah AS tentang larangan tersebut.

Dugaan saya pelarangan ini erat kaitannya dengan pandangan politik AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang anti Islam. Seperti yang jamak diketahui sejak awal kampanyenya sampai saat ini Trump secara terus menurus menunjukkan sikap anti Islamnya. Gatot Nurmantyo sendiri adalah Panglima TNI yang sangat dekat dengan umat Islam. Dia sendiri sering mengatakan bahwa dia sangat mengidolakan panglima besar Jenderal Sudirman yang notabene adalah seorang muslim yang taat. Kedekatan Gatot dengan umat islam juga terlihat dari aktifitas-aktifitas sosial keagamaannya sebagaimana yang banyak diberitakan di media masa. Sepertinya, ada kekhawatiran di pihak AS bahwa kehadiran Gatot Nurmantyo di AS akan melahirkan spekulasi bahwa Trump mulai melunak terhadap Islam. Hal ini bisa jadi akan membuat dukungan terhadap Trump akan berubah, kalau tidak dikatakan melemah.

Alasan ini saya kira sangat logis, bahwa meskipun langkah politik anti Islam Trump banyak menuai protes, tetapi ia berhasil menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut antara lain karena sikap politiknya itu. Dan kalau tidak karena itu, niscaya dia akan kalah dalam pemilihan presiden pada tahun lalu oleh pesaingnya Hillary Clynton yang tidak sefanatik Trupm.

Spekulasi saya ini muncul karena sampai saat ini belum ada juga penjelasan resmi dari pemerintah AS akan larangan tersebut. Padahal, kalau ada alasan yang bersifat normatif, apa susahnya bagi Negara sebesar AS untuk mengungkapkan ke public prihal larangan tersebut. Saya yakin, akan banyak lagi spekulasi yang muncul, sebelum ada penjelasan resmi dari pemerintah AS.

Wallahu A’lam.
============
Pascasarjana IAIN Bukittinggi, 25.10. 2017

ILMU DAN AMAL

ILMU DAN AMAL
Ilmu dan amal ibarat dua sisi mata uang. Sisi yang satu menentukan keberadaan yang lain. Berilmu tapi tak beramal adalah bohong. Beramal tetapi tidak berilmu adalah sesat. Orang-orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya dalam pepatah Arab dikatakan ibarat pohon tidak berbuah. Artinya, ilmu yang dimiliki menjadi sia-sia. Sebaliknya, beramal saja sementara tidak berilmu, cenderung terjerumus kepada kesesatan dan kesia-siaan.

Orang-orang yang hanya memiliki modal semangat beramal saja tetapi tidak berilmu, akan mudah terjebak kepada hal-hal yang sesat bahkan menyesatkan. Sering2 mereka yang hanya memiliki semangat saja tapi tidak berilmu menganggap sesuatu yang sebenarnya tidak kewajiban agama, hanya kebudayaan saja, sebagai kewajiban agama. Pakai sorban misalnya adalah kebudayaan Arab, bukan kewajiban agama. Karena, pada jaman Nabi SAW, Abu Jahal, Abu Lahab, dan Abu-Abu lainnya yang notabene musyrik, juga memakai sorban. Mereka juga sulit membedakan mana yang prioritas dan mana yang tidak prioritas atau yang wajib dan yang sunat. Contohnya shalat gerhana bulan dan shalat isya. Ada di masjid masjid tertentu, shalat gerhana jamaahnya membludak sampai ke pekarangan masjid. Giliran shalat isya, masjidnya tidak lagi penuh. Karena, sebagian besar jamaahnya sudah pulang.


Lebih celaka lagi, orang-orang ini kemudian berani pula berfatwa padahal ilmu tidak ada tentang yang difatwakannya tersebut. Hal ini pernah terjadi pada masa Nabi SAW. Seorang yang sakit karena terluka parah ingin bersuci dari junubnya. Kemudian bertanya ke sahabat yang lain tentang kebolehan bertayamum. Sahabat yang ditanya kemudian menyatakan tidak boleh. Singkat cerita, ketika dia mandi, kemudian sakitnya bertambah parah dan wafat.

Orang-orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya, ilmunya akan menjadi sia-sia dan bahkan cenderung berbahaya. Tak berguna baginya ilmu kalau toh ilmu tersebut tidak diamalkan. Snouck Hogronye misalnya, memiliki ilmu agama yang sangat dalam. Tak kurang lima tahun lamanya dia belajar di Makkah tentang Islam. Tapi, ilmunya tersebut tak diamalkannya, bahkan sebaliknya cenderung digunakan untuk menyerang Islam itu sendiri. Karena itu, perlu keseimbangan antara ilmu dan amal. Semangat untuk menuntut ilmu harus berbanding sejajar dengan semangat untuk mengamalkannya.

Wallahua'lam.
Pascasarjana IAIN BKT
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
Senin, 05.02.2018